BELAJAR MELALUI KEBEBASAN


Setiap orang mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan tanpa memandang dari mana asalnya. Tetapi perlu diingat, pemenuhan hak harus diselaraskan dengan kewajiban. Posisi antara hak dan kewajiban dapat dikatakan sejajar. Seseorang yang dapat menyeimbangkan antara hak dan kewajiban dapat dikatakan orang tersebut imbang.
Dalam pembicaraan ini, penulis ingin mengaitkan kesejajaran hak dan kewajiban di dunia pendidikan. Seorang guru berhak mengajar, sedangkan seorang siswa berhak belajar. Keduanya mempunyai juga kewajiban-kewajiban yang harus mrereka patuhi ketika menjalankan haknya. Di sinilah muara pembahasan ini.
Selama di Australlia, penulis mengamati bagaiman seorang guru memberikan kebebasan kepada siswa untuk menentukan sendiri tujuannya. Tentunya, tujuan itu selaras dengan rencana kerja yang telah dibuat oleh guru. Dalam hal ini, seorang siswa mempunyai tanggung jawab besar untuk memanaj pembelajaranya secara baik. Siswa yang mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi hasil kerjanya berarti siswa itu berhasil mencapai tujuannya.
Siswa di sini diberi kebebasan untuk mengeksplor segala kemampuannya. Keramaian bukanlah sebagai halangan, Justru dengan keramaian ini siswa pada dasarnya telah belajar. Komunikasi yang terjalin tanpa terbatas pada aturan yang ketat mampu menjadikan siswa menemukan dan mengenal jati dirinya sendiri. Dengan mengenali jati dirinya, ia akan mampu menjadi siswa yang percaya diri, bertanggung jawab, dan mandiri.
Segala hal yang dipoeroleh siswa tersebut sebenarnya lebih mengarah pada skill atau kesiapan siswa dalam menghadapi dunia nyata, yaitu hidup di masyarakat. Hal inilah yang patut ditiru oleh siswa kita di Indonesia. Berilah bekal keterampilan pada siswa kita agar siap menghadapi masa depan bukan pada kemampuan sesaat. Orientasi pada siswa dalam pembelajaran lebih berarti dari pada orientasi pada guru. Dengan pemberian tanggung jawab pada siswa, berarti kita telah memberikan haknya untuk belajar sesuai dengan kemampuannya. Tetapi juga sangat penting diingat bahwa pemberian kebebasan tersebut tidak berarti keluar dari koridor peraturan sekolah. Mana yang baik bergantung pada kondisi masing-masing. Mari kita adopt segala hal yang baik sesuai dengan karakteristik siswa kita di Indonesia. Maju terus guru Indonesia. Jadikan Bridge sebagai awal meraih masa depan yang cerah.